Rabu, 10 Oktober 2012

Argumen dari Command-line


Pada bab ini, kita akan mempelajari bagaimana untuk memproses sebuah input dari
command-line dengan menggunakan argumen yang diberikan kepada program Java.
Pada akhir pembahasan, diharapkan pembaca dapat :
 Mengetahui dan menjelaskan mengenai argumen command-line
 Mendapatkan input dari user dengan menggunakan argumen command-line
 Mempelajari bagaimana memberikan argumen kedalam program pada NetBeans



8.2 Argumen Command-line
Sebuah aplikasi Java dapat menerima sejumlah argumen dari command-line. Argumen
dari command line memberikan kesempatan bagi user untuk mengatur operasi dari
sebuah aplikasi dalam sekali pemanggilan program. User memasukkan argumen
command line pada saat memanggil aplikasi dan menspesifikasikan argumen tersebut
setelah nama dari class yang akan dijalankan.
Sebagai contoh, apabila Anda memiliki sebuah aplikasi Java dengan nama Sort, yang
akan mengurutkan lima nomor, Anda dapat menjalankannya seperti berikut ini:


bahasa pemrograman Java, jika kita akan memanggil sebuah aplikasi, sistem runtime
akan memberikan argumen command-line ke method main yang dimiliki oleh aplikasi
menggunakan sebuah array dari String. Lalu, setiap String di dalam array mewakili
sebuah argumen commmand-line. Perhatikan deklarasi dari main method,
public static void main( String[] args )
Argumen yang diberikan kepada program Anda akan disimpan kedalam sebuah array
String dengan identifier args.
Pada contoh sebelumnya, argumen dari command-line yang akan diberikan
kepada aplikasi sort command adalah sebuah array dengan lima buah String yaitu
“5”,”4”,”3”,”2”, dan “1”. Anda dapat mengetahaui berapa banyak argumen dari
command-line dengan cara melihat panjang dari attribute array.
Sebagai contoh,
int numberOfArgs = args.length;
Jika program Anda membutuhkan argumen command-line yang bertipe angka. Anda
harus mengkonversi argumen String tersebut untuk merepresantasikan sebuah angka,
misalnya “34” menjadi sebuah angka 34. Kode dibawah ini adalah sebuah potongan
program untuk mengkonversi sebuah argumen command-line menjadi tipe integer.
int firstArg = 0;
if (args.length > 0){



firstArg = Integer.parseInt(args[0]);
}
parseInt akan melempar eksepsi NumberFormatException (ERROR) jika format args[0]
tidak valid (bukan sebuah angka).

Petunjuk penulisan program:
Sebelum menggunakan argumen command line, harusdiperiksaterlebih dahulu berapa jumlah
argumen yang diperlukan sebelum mengakses sebuah array, sehingga tidak ada eksepsi
yang terjadi.





8.3 Argument Command-line di NetBeans
Untuk mengilustrasikan sebuah argumen yang diberikan dengan menggunakan

NetBeans, marilah kita membuat sebuah program Java yang akan mencetak
jumlah argumen dan argumen pertama diberikan pada program tersebut.
public class CommandLineExample
{
public static void main( String[] args ){
System.out.println("Number of arguments=" +
args.length);
System.out.println("First Argument="+ args[0]);
}
}
Sekarang, jalankan NetBeans, buat sebuah project yang baru, dan beri nama project ini
CommanLineExample. Salin kode yang telah dituliskan diatas, kemudian dilakukan proses
compile. Selanjutnya, ikutilah langkah-langkah berikut untuk memberikan argumen
kepada program Anda dengan menggunakan NetBeans.
Klik di Projects (dilingkari dibawah)



Klik kanan icon CommanLineExample dan akan keluar sebuah pop-up menu. Lalu klik pada
properties.

Dialog mengenai project properties akan tampil
Gambar



Pada kolom bernama Arguments, tuliskan argumen yang Anda ingin masukkan
kedalam program. Dalam kasus ini kita akan mengetikkan 5 4 3 2 1. Kemudian, klik pada
tombol OK.




Kemudian, cobalah untuk menjalankan (RUN) progam Anda



Seperti yang dapat Anda lihat, keluaran dari program Anda adalah jumlah dari argumen yaitu 5, dimana argumen pertama juga memiliki nilai 5.








Java Array


Java Array

Dalam bab ini, kita akan mendiskusikan mengenai array dalam Java. Pertama, kita
akan mendefinisikan apa yang dimaksud dengan array, kemudian kita juga
akan mendiskusikan bagaimana mendeklarasikannya dan menggunakannya dalam Java.
Pada akhir pembahasan, diharapkan pembaca dapat :
- Mendeklarasikan dan membuat array
- Mengakses elemen-elemen didalam array
- Menentukan jumlah element didalam sebuah array
- Mendeklarasikan dan membuat array multidimensi

Struktur Kontrol (Part2)

Dari Pembahasan yang lalu kita telah Membahas Tentang Struktur kontrol Statement switch sekarang kita akan lanjutkan ke Contohnya


6.2.7Contoh statement switch

Struktur Kontrol (Part1)


Struktur Kontrol
6.1 Tujuan

Pada bab sebelumnya, kita sudah mendapatkan contoh dari program terstruktur,
dimana setiap pernyataan dieksekusi setelah pernyataan sebelumnya sesuai dengan
urutannya. Pada bagian ini, kita akan mempelajari tentang struktur kontrol dimana
kita dapat mengubah cara eksekusi pada pernyataan yang dibuat di program kita.

Mendapatkan Input Daari Keyboard



Kita telah mempelajari konsep dasar pada Java dan menulis beberapa program
sederhana. Sekarang kita akan mencoba membuat program kita lebih interaktif dengan
menggunakan input dari keyboard. Pada bab ini, kita akan mempelajari dua cara
memberikan input, yang pertama adalah menggunakan class BufferedReader dan
melalui GUI (Graphical User Interface) dengan menggunakan class JOptionPane.
Pada akhir pembahasan, diharapkan pembaca dapat :
 Membuat program Java yang interaktif yang bisa mendapatkan input dari keyboard
 Menggunakan class BufferedReader untuk mendapatkan input dari keyboard
melalui layar console
 Menggunakan class JOptionPane untuk mendapatkan input dari keyboard
menggunakan GUI
5.2 Menggunakan BufferedReader untuk
mendapatkan input
Pada bagian ini, kita akan menggunakan class BufferedReader yang berada di package
java.io untuk mendapatkan input dari keyboard.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan input dari

Dasar-Dasar Pemrograman (part6)

Kita lanjutkan Pembahasan yang lalu tentang Operator :)



4.10.4 Operator logika
Operator logika memiliki satu atau lebih operand boolean yang menghasilkan nilai boolean.
Terdapat enam operator logika yaitu: && (logika AND), & (boolean logika AND), || (logika
OR), | (boolean logika inclusive OR), ^ (boolean logika exclusive OR), dan ! (logika NOT).
Pernyataan dasar untuk operasi logika adalah,
x1 op x2
Dimana x1, x2 dapat menjadi pernyataan boolean. Variabel atau konstanta, dan op adalah
salah satu dari operator &&, &, ||, | atau ^. Tabel kebenaran yang akan ditunjukkan
selanjutnya, merupakan kesimpulan dari hasil dari setiap operasi untuk semua kombinasi
yang mungkin dari x1 dan x2.

Dasar-Dasar Pemrograman (part5)

Setelah belajar Variable Kita lanjut ke Operator


4.10 Operator
Dalam Java, ada beberapa tipe operator. Ada operator aritmatika, operator relasi, operator
logika, dan operator kondisi. Operator ini mengikuti bermacam-macam prioritas yang pasti
sehingga compilernya akan tahu yang mana operator untuk dijalankan lebih


4.10.1 Operator Aritmatika
Berikut ini adalah dasar operator aritmatika yang dapat digunakan untuk membuat suatu program Java,


Berikut ini adalah contoh program dalam penggunaan operator-operator ini :


public class aritmatikaDemo
  {
public static void main(String[] args)
      {
//sedikit angka
int i = 37;
int j = 42;
double x = 27.475;
double y = 7.22;
System.out.println("Variable values...");
System.out.println(" i = " + i);
System.out.println(" j = " + j);
System.out.println(" x = " + x);
System.out.println(" y = " + y); //penjumlahan angka
System.out.println("Adding...");
System.out.println(" i + j = " + (i + j));
System.out.println(" x + y = " + (x + y));
//pengurangan angka
System.out.println("Subtracting...");
System.out.println(" i - j = " + (i - j));
System.out.println(" x - y = " + (x - y));
//perkalian angka
System.out.println("Multiplying...");
System.out.println(" i * j = " + (i * j));
System.out.println(" x * y = " + (x * y));
//pembagian angka
System.out.println("Dividing...");
System.out.println(" i / j = " + (i / j));
System.out.println(" x / y = " + (x / y));
//menghitung hasil modulus dari pembagian
System.out.println("Computing the remainder...");
System.out.println(" i % j = " + (i % j));
System.out.println(" x % y = " + (x % y));
//tipe penggabungan
System.out.println("Mixing tipes...");
System.out.println(" j + y = " + (j + y));
System.out.println(" i * x = " + (i * x));
}
}
Berikut ini adalah output program,
Variable values...
i = 37
j = 42




x = 27.475
y = 7.22
i + j = 79
Adding...
x + y = 34.695
Subtracting...
i - j = -5
x - y = 20.255
Multiplying...
i * j = 1554
x * y = 198.37
Dividing...
i / j = 0
x / y = 3.8054
Computing the remainder...
i % j = 37
x % y = 5.815
Mixing tipes...
j + y = 49.22
i * x = 1016.58


Catatan: Ketika integer dan floating-point number digunakan sebagai operand untuk
operasi aritmatika tunggal, hasilnya berupa floating point. Integer adalah converter secara
implisit ke bentuk angka floating-point sebelum operasi berperan mengambil tempat.


4.10.2. Operator Increment dan Decrement
Dari sisi operator dasar aritmatika, Java juga terdiri atas operator unary increment (++)
dan operator unary decrement (--). operator increment dan decrement menambah dan
mengurangi nilai yang tersimpan dalam bentuk variabel angka terhadap nilai 1.
Sebagai contoh, pernyataan,
count = count + 1; //increment nilai count dengan nilai 1
pernyataan tersebut sama dengan,
count++;

Operator increment dan decrement dapat ditempatkan sebelum atau sesudah operand.
Ketika digunakan sebelum operand, akan menyebabkan variabel diincrement atau
didecrement dengan nilai 1, dan kemudian nilai baru digunakan dalam pernyataan dimana
dia ditambahkan. Sebagai contoh,
int i = 10,
int j = 3;
int k = 0;
k = ++j + i; //akan menghasilkan k = 4+10 = 14
Ketika operator increment dan decrement ditempatkan setelah operand, nilai variabel yang
lama akan digunakan lebih dulu dioperasikan lebih dulu terhadap pernyataan dimana dia
ditambahkan. Sebagai contoh,

int i = 10,
int j = 3;
int k = 0;
k = j++ + i; //akan menghasilkan k = 3+10 = 13


Petunjuk Penulisan Program:
Selalu membuat pernyataan yang mengandung operator increment dan decrement untuk
tetap dipahami secara mudah dan sederhana.


4.10.3 Operator Relasi
Operator Relasi membandingkan dua nilai dan menentukan keterhubungan diantara nilainilai
tersebut. Hasil keluarannya berupa nilai boolean yaitu true atau false.



Berikut ini adalah contoh program yang menggunakan operator Relasi,
public class RelasiDemo
{
public static void main(String[] args) {
//beberapa nilai
int i = 37;
int j = 42;
int k = 42;
System.out.println("Nilai variabel...");
System.out.println(" i = " + i);
System.out.println(" j = " + j);
System.out.println(" k = " + k);
//lebih besar dari
System.out.println("Lebih besar dari...");
System.out.println(" i > j = " + (i > j)); //false
System.out.println(" j > i = " + (j > i)); //true
System.out.println(" k > j = " + (k > j)); //false
//lebih besar atau sama dengan
System.out.println("Lebih besar dari atau sama dengan...");
System.out.println(" i >= j = " + (i >= j)); //false
System.out.println(" j >= i = " + (j >= i)); //true
System.out.println(" k >= j = " + (k >= j)); //true
//lebih kecil dari
System.out.println("Lebih kecil dari...");
System.out.println(" i < j = " + (i < j)); //true
System.out.println(" j < i = " + (j < i)); //false
System.out.println(" k < j = " + (k < j)); //false
//lebih kecil atau sama dengan
System.out.println("Lebih kecil dari atau sama dengan...");
System.out.println(" i <= j = " + (i <= j)); //true
System.out.println(" j <= i = " + (j <= i)); //false
System.out.println(" k <= j = " + (k <= j)); //true
//sama dengan
System.out.println("Sama dengan...");
System.out.println(" i == j = " + (i == j)); //false
System.out.println(" k == j = " + (k == j)); //true
//tidak sama dengan
System.out.println("Tidak sama dengan...");
System.out.println(" i != j = " + (i != j)); //true
System.out.println(" k != j = " + (k != j)); //false
}
}



Nilai variabel...
i = 37
j = 42
k = 42
Lebih besar dari...
i > j = false
j > i = true
k > j = false
Lebih besar dari atau sama dengan...
i >= j = false
j >= i = true
k >= j = true
Lebih kecil dari...
i < j = true
j < i = false
k < j = false
Lebih kecil dari atau sama dengan...
i <= j = true
j <= i = false
k <= j = true
Sama dengan...
i == j = false
k == j = true
Tidak sama dengan...
i != j = true
k != j = false